Laman

Rabu, 08 Februari 2012

manusia es punya cinta



Entah dari planet mana ia berasal,manusia yang satu ini hadir di hadapan laras
Dengan senyumnya yang menawan dan tatapannya yang hangat.
Hanya saja sikapnya yang terlalu beku.
Laras tak pernah bertanya,kenapa ia menyukainya dan selalu merindukannya
Dony menaruh kunci mobil dan handphonenya di meja
“ sudah lama menunggu..?? “
Laras tersenyum,ia tak punya alasan untuk kesal.
“ lumayan “
“ kok belum pesan minum “
“ aku sudah pesan ice capucino,sambil nunggu ya lama-lama abis juga “
“ sory…sory..nduk,tadi aku nganter ibu kondangan dan kebetulan ibu engga ada yang antar “
“ santai aja kaleee.. “
“ aku pesanin es capucino lagi ya..,sama kentang goreng kesukaanmu
 Kamu sudah makan belum nduk..??,biar sekalian pesan “
“ capucino sama kentang goreng dulu aja,kalau soal makan gampanglah.. “
Dony memanggil seorang pelayan wanita yang tengah berdiri di meja kasir
“ mbak..mbak.. “
“ mau pesan apa mas..?? “
“ es capucino dua dan dua kentang goreng “
Seorang pelayan tadi coba menggoda dony dengan nada bicaranya yang manja ia menawarkan semua makanan yang ada di daftar menu
Memang siapa yang tak tertarik melihat dony,seorang pria dengan wajah tampan
Keturunan indo german dengan postur tubuh yang gagah dan senyumnya yang menawan
Dony selalu menjadi incaran para wanita di kampus,tapi dony malah cuek saja.
“ tumben kamu minum es..?? “
“ pengen ngikutin kamu aja hehehehe… “
“ tapi kamu kan..??!!..”
“ udah deh engga usah di pikir “
Pelayan tadi kembali mengantar pesanan,ia melirik dony dengan mata genitnya
Hanya saja dony tak terlalu memperhatikan,dan membuat laras tertawa geli
“ kamu kenapa ras..?? “
“ sepertinya pelayan yang tadi suka deh sama kamu don “
“ hahahhahahha…yang suka sama aku kan banyak non,Cuma saja aku males ngeladeninnya “
“ oh gitu ya “
Tatapan dony menenggelami pikiran dan hati laras,ia menggumam
Kamu tuh menyadari engga sih,kalau aku suka sama kamu doang
“ hei..kamu kok ngeliatin aku begitu “
“ hehehhehehehe “
Sambil menikmati perbincangan dan es capucino yang melelehkan terik matahari
Yang juga membakar kaca jendela kafe itu.
Dua piring kentang goreng tak bersisa menemani pembicaraan.
“ don kita pindah yuk,udah kelamaan nih kita disini “
“ kamu engga makan dulu…? “
“ aku sudah kenyang,nanti kalau lapar aku kabari ya “
Laras tertawa kecil menggoda dony
“ oke “

Keduanya segera beranjak meninggalkan kafe menuju taman kota
Dan mobil abu-abu metalic telah melaju,dony menyalakan tape mobilnya
Terdengar bait lagu fire house,yang hampir berakhir
I,am here for you.. ooo..
Always here for you..
Lagu itu pun segera berakhir di sambut dengan suara penyiar yang cempreng
Dony masih menatap laras dengan hangat dan senyumnya yang menawan
Meski sikapnya seperti gunungan es,namun sejuta rasa selalu ada untuk laras
Lama keduanya terdiam dalam benaman hati masing-masing
Tiba-tiba dony terserang flu,laras sudah menduga
Bahwa fisiknya tidak sekuat yang ia bayangkan.
“ aku matikan Ac..nya ya,nanti di depan kita berhenti “
Dony hanya terdiam dan menurut
Mobil dony berhenti di depan warung
“ laras memesan segelas teh manis hangat untuk dony “
“ nih minum,supaya badanmu hangat “
Laras melepaskan syalnya dan membelitkan di leher dony
dony hanya terdiam menikmati tatapan laras yang menghangatkan tubuhnya .
Teh manis hangat itu semakin hangat ketika laras terus memandanginya dengan rasa khawatir.
“ kamu tuh,udah tau kalau minum es pasti cepet pilek tapi masih aja ngeyel “
Dony hanya tertawa dan menikmati ketika laras memarahinya.
“ nduk “
“ iya “
“ makasih ya “
Laras membalasnya dengan senyuman

Tak terasa hari mulai di terangi cahaya bulan dan bintang-bintang,jalanan sepi dengan lalu lalang kendaraan,para pembeli di warung itu pun kian sepi.
Mereka melanjutkan malam di dalam mobil sambil berjalan perlahan  menuju rumah laras yang tak jauh jaraknya.
Rumah laras sudah terlihat meski cahaya lampunya tak begitu terang
Dony mematikan mesin mobilnya,dan ia tak lantas membuka pintu
“ aku pulang ya “
Dony menarik tangan laras,ia menatapnya dengan senyuman
Muka laras merah merona,tak lama dony pun langsung mengecup keningnya
Laras memeluk dony erat.
Dony berbisik di telinga laras
“ makasih ya “

Dari dalam emak membukakan pintu,dan mereka berdua langsung keluar dari mobil
“ ras.. buruan masuk udeh malem nih “
“ iye mak “
Laras masih berdiri di pelataran rumahnya,hingga mobil dony menghilang di tikungan jalan.
Malam itu mungkin ia menjadi orang yang paling bahagia di dunia
Ia tersenyum-senyum sendiri,sampai emak heran melihat tingkah anaknya itu.
Di dalam kamar laras kembali membuka laptop biru kesayangannya
Jemarinya kembali menari dengan irama keyboard yang menemani malam.
Ternyata manusia es itu juga punya hati
Klik..
Laras mematikan laptop dan lampu kamarnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar